Vicky Prasetyo Bongkar Alasan Kalina Ocktaranny Pilih Tinggalkan Rumah

“Misalnya, saat ia ingin bermain ayunan namun ada anak lain yang sedang memainkan, ia dapat mengomunikasikan keinginannya pada anak tersebut dan bermain dengan mainan lain sambil menunggu giliran,” anjurnya. Misalnya, tidak boleh menyakiti orang lain atau merusak barang saat marah. Sebaliknya ia dapat mengomunikasikan perasaannya atau melakukan teknik relaksasi. “Orang tua juga perlu menghargai perasaan anak, hindari mengatakan ‘nggak boleh marah… ‘ dan ganti dengan ‘iya, bunda tahu kamu marah ya, karena…,'” anjurnya.

Semua kemampuan tadi akan sangat diperlukan saat si kecil remaja, dewasa, ketika ia bersekolah, masuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial. Dengan begitu, ia belajar untuk menghargai dan menghormati kebaikan dari orang lain yang rela membantunya. Mulailah mengajarinya untuk mengucapkan ‘tolong’ apabila meminta sebuah pertolongan. Sementara apabila orang yang dimintai pertolongan menolak, ajarkan pula untuk menghormatinya. Ibarat spons, anak usia dini mudah menyerap segala hal yang dilihat dan didengarkan tanpa mempertimbangkan baik atau buruk. Mereka juga akan menirukan apa yang ada di hadapannya bebas dari benar atau salah.

Untuk menghormati orang yang tidak memiliki nilai yang sama dengan yang kita miliki, kita diminta untuk berkompromi. Ini sering berarti harus melihat kesalahan orang lain, dan mengabaikan keyakinan yang bertentangan dengan mereka. Singkatnya, rasa hormat adalah memilih untuk melihat yang baik pada orang lain dan menghargai bakat, keterampilan, dan apa yang dapat mereka berikan.

Beragam cara bisa dilakukan untuk memupuk sikap saling menghargai, seperti memiliki pandangan terbuka, bersikap ramah, murah senyum, dan suka menolong tanpa membedakan agama, ras, suku, dan budaya. Mengapa kita perlu belajar dari Gus Dur dalam kehidupan berbangsa? Toleransi bukan hanya menghargai perbedaan saja, lebih dari itu. Jangankan menghargai orang lain, menghargai dirinya sendiri pun sulit. Itu karena orang berdosa cenderung menganggap dirinya kotor dan tidak berharga.

Akhir dari nasehat Luqman adalah perintah agar setiap anak bersikap sederhana dan bertutur kata sopan. Berjalan sederhana berarti tidak membusungkan dada dan tidak merunduk seperti orang sakit. Tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, akan tetapi adil dan pertengahan.

Menerapkan sikap sopan santun dan menanamkannya sebetulnya sangat sederhana. Mengatakan ‘terima kasih’, ‘tolong’, dan ‘maaf’ sebenarnya sudah mencerminkan kesopanan Anda. Sopan santun ini juga menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan usaha orang lain membantu Anda dan itu akan membuat mereka merasa dihargai. Contoh lain sikap sopan santun adalah tidak menyela pembicaraan. Jika Anda memiliki sesuatu untuk dikatakan, tunggulah waktu yang tepat untuk menyela. Berikan informasi yang akurat untuk menolak mitos dan stereotip yang merugikan.

Paham kok, pasti orangtua selalu ingin tahu apa yang mereka lakukan di luar rumah bersama teman-temannya. Tapi, jangan sampai orang tua melewati batas hanya untuk memenuhi rasa penasaran tersebut. Apalagi sampai mengorek-ngorek barang pribadi mereka – seperti membaca buku harian dan chat anak dengan teman-temannya.

Berdasarkan musyawarah itu kemudian mengolah sebuah tari untuk persembahan kepada tamu-tamu, maka terciptalah Tari Makan Sirih yang kini menjadi tari persembahan yang diciptakan oleh seniman-seniman Riau. Sosialisasi Pembakuan Tari Persembahan ini dilakukan agar dikenal oleh lapisan masyarakat Riau. Penari Tari Makan Sirih ini harus memahami istilah-istilah khusus dalam tarian Melayu, seperti igal , liuk , lenggang , titi batang , gentam , cicing , legar , dan lainnya (Sinar, ed., 2009). “Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar dia.

Belajar untuk mengahrgai sesama orang

Masih berpikir untuk berpikiran negatif tentang bergaram hal tentang antrian, mari simak hal-hal yang bisa dipelajari dari kebiasaan mengantri dengan tertib. Begitulah setiap pribadi yang hidup pasti akan selalu mendapatkan sesuatu hal dari orang lain. Ketika mendapatkannya, jangan pernah angkuh dan enggan untuk bilang ‘terima kasih’. Di rumah, Anda dapat menggunakan pelajaran ini sebagai peluang bagus untuk menekankan nilai keanekaragaman ras dan budaya. Dia bahkan mungkin memiliki teman dan teman sekelas yang berasal dari latar belakang etnis atau ras yang berbeda.

“Pancasila ini menyatukan seluruh warga NKRI, di mana semua orang dapat mengekspresikan kebebasan beragamanya. Janganlah kita rusak dengan praktik-praktik intoleransi, justru harus kita kuatkan agar semua orang makin menghargai Pancasila,” imbau Yenny. Ibadah puasa, dikatakan Mendikbudristek, juga merupakan praktik beragama yang dijalankan banyak umat. “Teman-teman kita beragama Hindu juga berpuasa wajib di hari besar. Oleh karena itu, toleransi adalah nilai karakter yang harus dijalankan sebagai bagian hidup kebangsaan,” kata Mendikbudristek. Antusiasme Sahabat Karakter, sapaan Puspeka pada warga pendidikan seluruh Indonesia, sangat tinggi dengan jumlah pendaftar lewat membludak hingga delapan ribu orang.